USAHA PETERNAKAN BEBEK PEDAGING


Usaha peternakan bebek pedaging/bebek potong semakain baik dengan merebaknya warung-warung tenda di pinggir jalan membuat kebutuhan bebek potong dari hari ke hari semakin banyak. Awalnya bisnis ini memanfaatkan bebek petelur afkir yang sudah tidak produktif, tetapi seiring meningkatkan kebutuhan dan berkurangnya stok bebek afkir di kalangan pembudidaya bebek petelur maka penggunaan bebek afkir bergeser ke bebek muda. Selain mudah didapat, tekstur daging bebek muda lebih empuk. Begitu kira-kira alasan para pengusaha bebek goreng memilih bebek muda sebagai bahan baku dalam menjalankan usahanya. 

Selain menguntungkan buat pengusaha bebek goreng karena mudah memperolehnya, peluang ini menjadi bisnis baru buat para pembudidaya bebek. Banyak para pembudidaya bebek petelur beralih kebudidaya bebek potong karena masa panen lebih cepat yaitu 2-3 bulan dari DOD (Day Old Duck - Bebek Umur Sehari). Bahkan dengan pakan intensif, bebek potong ini bisa dipanen dalam waktu 40-45 hari. Selain itu teknis budidaya bebek potong lebih sederhana dibandingkan teknis budidaya bebek petelur. 

Dalam budidaya bebek petelur, kita harus memahami fase-fase perkembangan bebek, antara lain: masa pertumbuhan, masa produktif, dan masa rontok bulu. Dalam setiap fase tersebut perlakuan terhadap bebek berbeda-beda, dan kemampuan pengusaha dalam menguasai teknik pada bagian inilah letak keberhasilan dan kegagalan pengusaha bebek petelur. 

Lain halnya dengan budidaya bebek potong. Teknis budidayanya sangat mudah dan sederhana. Bisa dikatakan hanya sekedar kasih pakan dan bersihkan kandang secara teratur setiap hari, dua bulan kemudian panen. Mudah kan!